HAKAM UKM




Home About Stuff Linkies




Lagu-lagu HAKAM
Sunday, March 13, 2016 | 0 SuperReader(s)

Ebiet G Ade.

Beliau merupakan salah seorang penyanyi serta komposer daripada negara jiran kita yang benar-benar saya minati dan Kagumi.Karya beliau banyak memberikan Kesedaran serta Inspirasi kepada saya untuk melakukan kerja-kerja kemanusiaan serta membantu mereka-mereka yang memerlukan.Dikesempatan kali ini,saya ingin berkongsikan mengenai serba sedikit latar belakang beliau serta beberapa lagu dan Liriknya yg bertemakan Kemanusiaan dan Alam.Sama-sama kita dengari dan Fahaminya..






Biodata Ebiet G.Ade:



Nama Asli

Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far

Tanggal Lahir
21 April 1954

Tempat Lahir
Wanadadi, Jawa Tengah, Indonesia

Kewarganegaraan
Indonesia


Ebiet dikenal dengan lagu-lagunya yang bertemakan alam dan duka derita kelompok tersisih. Lewat lagu-lagunya yang ber-genre balada, pada awal kariernya, ia 'memotret' suasana kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Tema lagunya beragam, tidak hanya tentang cinta, tetap ada juga lagu-lagu bertemakan alam, sosial-politik, bencana, religius, keluarga, dll. Sentuhan musiknya sempat mendorong pembaruan pada dunia musik pop Indonesia. Semua lagu ditulisnya sendiri, ia tidak pernah menyanyikan lagu yang diciptakan orang lain, kecuali lagu Surat dari Desa yang ditulis oleh Oding Arnaldi dan Mengarungi Keberkahan Tuhan yang ditulis bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.




Lagu 1#



Nasihat Pengemis Untuk Istri Dan Doa Untuk Hari Esok Mereka





Lirik:

Istriku, marilah kita tidurHari telah larut malamLagi sehari kita lewatiMeskipun nasib semakin tak pastiLihat anak kita tertidur menahankan laparErat memeluk bantal dingin pinggiran jalanWajahnya kurus pucat, matanya dalam

Istriku, marilah kita berdoaSementara biarkan lapar terlupaSeperti yang pernah ibu ajarkanTuhan bagi siapa sajaMeskipun kita pengemis pinggiran jalanDoa kita pun pasti Ia dengarkanBila kita pasrah diri, tawakal

Esok hari perjalanan kitaMasih sangatlah panjangMari tidurlah, lupakan sejenakBeban derita lepaskan

La la la la la la la la laDengarkanlah nyanyiLa la la la la la la la laDari seberang jalanLa la la la la la la la laUsah kau tangisiLa la la la la la la la laNasib kita hari ini

Tuhan, selamatkan istri dan anakkuHindarkanlah hati mereka dari iri dan dengkiKepada yang berkuasa dan kenyang di tengah kelaparanOh, hindarkanlah mereka dari iri dan dengkiKuatkanlah jiwa merekaBimbinglah dijalanMu,Bimbinglah dijalanMu
=====================================================


Lagu 2#


Berita Kepada Kawan



Lirik:
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan

Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan
Tubuh ku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan

Perjalan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia ku tanya,"Mengapa?''

Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari

Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang


==========================================================

Lagu 3#

kalian dengarkanlah keluhanku 




Lirik:

Dari pintu ke pintu kucoba tawarkan nama
demi terhenti tangis anakku dan keluh ibunya
Tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga
seperti hendak telanjangi dan kulit jiwaku

Apakah buku diri ini harus selalu hitam pekat?
Apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan?
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari

Ke manakah sirnanya nurani embun pagi
yang biasanya ramah kini membakar hati?
Apakah bila terlanjur salah
akan tetap dianggap salah?
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi untuk kembali

Kembali dari keterasingan ke bumi beradab
ternyata lebih menyakitkan dari derita panjang
Tuhan bimbinglah batin ini agar tak gelap mata
dan sampaikanlah rasa inginku kembali bersatu

Ke manakah sirnanya nurani embun pagi
yang biasanya ramah kini membakar hati?
Apakah bila terlanjur salah
akan tetap dianggap salah?
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi untuk kembali

==========================================================


Lagu 4#
NYANYIAN RINDU BUAT IBUKU

Lirik:

Tubuhmu yang terbungkuk tersandar lemah
di kursi kayu tua
jemari kurus terkulai menggenggam pena
engkau goreskan sajak
sisa rambutmu perak tinggal segenggam
terbaca pahit kerasnya perjalanan
nampakanya ingin kau tumpahkan seluruhnya
di dalam puisi

Dari alis matamu terbentuk garis
guratan kokoh jiwa
angin yang deras menghempas tak kau hiraukan
batinmu kuat bertahan
meskipun raga semakin rapuh
tak pernah risau selalu tersimpul senyum
sepantasnya kujadikan suri teladan 
potret perjuangan

Oh-oh, ibu, ada yang ingin kutanyakan padamu
hasil panenan kemarin 
sesubur panen yang kita petik bersama
Oh-oh, ibu, apa kabar sawah kita sepetak
masih bisakah kita tanami
atau terendam ditelan zaman

Setelah cucumu lahir aku lebih faham
betapa beratnya membesarkan 
dan setia melindungi semua anak-anakmu
kita yang s'lalu hidup sederhana
kau sanggup mengasuh hingga kami dewasa
dengarkanlah nyanyian yang aku peruntukkan 
buatmu ibu....


==========================================================
Lagu 5#
Titip Rindu Buat Ayah


Lirik:
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwaBenturan dan hempasan terpahat di keningmuKau nampak tua dan lelah, keringat mengucur derasnamun kau tetap tabah hm...Meski nafasmu kadang tersengalmemikul beban yang makin saratkau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan iniKeriput tulang pipimu gambaran perjuanganBahumu yang dulu kekar, legam terbakar mataharikini kurus dan terbungkuk hm...Namun semangat tak pernah pudarmeski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurinduuntuk menuai padi milik kitaTapi kerinduan tinggal hanya kerinduanAnakmu sekarang banyak menanggung beban


Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan iniKeriput tulang pipimu gambaran perjuanganBahumu yang dulu kekar, legam terbakar mataharikini kurus dan terbungkuk hm...

Namun semangat tak pernah pudarmeski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia

===============================================================
Lagu 6#
Untuk kita Renungkan

Lirik:
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat
ho ho singkirkan debu yang masih melekat

Du du du du du du du du du ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Anug'rah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
adalah Dia di atas segalanya
ho ho adalah Dia di atas segalanya

Anak menjerit-jerit, asap panas membakar,
lahar dan badai menyapu bersih

Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat 
bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh
dalam kekalutan masih banyak tangan
yang tega berbuat nista ho ho

Tuhan pasti telah memperhitungkan
amal dan dosa yang kita perbuat
Ke manakah lagi kita 'kan sembunyi?
Hanya kepadaNya kita kembali 
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari hanya runduk sujud padaNya

Du du du du du du du du du ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
Du du du du du du du du du ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum
ho ho berusahalah agar Dia tersenyum

Du du du du du du du du du ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
Du du du du du du du du du ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
Du du du du du du du du du ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
Du du du du du du du du du ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho



Older | Newer
Template by Nurah. Tuto from WA. Icons from Pixel. Music by Yonghwa. Colour from HTML

music